Minggu, 03 November 2013

TAHUN HIJRAH NABI


Setiap tahun diperingati tahun baru hijri. yaitu tahun baru kalender Islam yang perhitungannya dimulai dari hijrah Nabi Muhammad SAW. Khalifah Umar Bin Khatab yang memutuskan diberlakukannya Kalender Islam menariknya tidak didasarkan kelahiran Rasulullah saw. 570 M atau pengangkatan sebagai Rasul tahun 610 M. tidak pula didasarkan pada peristiwa wafatnya Rosulullah saw. tahun 632 M. sebab dalam pandangan Umar, Hijrah adalah peristiwa yang membalikan keseluruhan perjalanan perjuangan Nabi menegakan kebenaran. ( Majid, 2004: 112).

Pada umumnya sampai hari ini penyebutan tahun hijrah tidak disertai dengan nabi kecuali hanya Sisingamanganraja XII yang ternyata beliau adalah seorang Muslim yang taat, menampilkan rasa kecintaan kepada Rasulullah saw, dengan menyebutkan lengkap menjadi hijrah nabi, terbukti dari cap Singamanganraja XII yang terdiri dari tulisan Batak dan Arab Melayu. huruf Batak berbunyi ahu sahap ni Tuwan S.M mian Bakara artinya Saya cap Tuan Singa Mangaraja bertahta di Bakara. huruf Arab Melayu berbunyi: Inilah cap Maharaja di negeri Toba, kampung Bakara nama kotanya, Hijrah Nabi 1304. ( Suryanegara, 2009: 57). menurut Suryanegara juga ( 2009: 58) terjadi Deislamisasi kalender, ditanggalkannya tahun hijryah dan digantikan dengan tahun Masehi walaupun dalam urusan haji dan umrah. terbaca pada PT penyelenggara haji dalam iklannya walaupun di harian republika menuliskan haji dengan tahun Masehi.

Hikmah Hijryah

hikmah tahun hijryah Nabi salah satunya dapat dilihat dari kalender yang menggunakan bulan bukan matahari atau tahun Masehi, menggunakan bulan dirancang untuk waktu beribadat  seperti puasa bukan praktis keduniawian sebagaimana kalender  matahari atau tahun Masehi yang menetukan misalkan  waktu pertanian. selain itu untuk menguji umat muslim untuk beribadah disegala musim, contoh ibadah puasa dilakukan bisa pada musim dingin, musim kemarau secara bergiliran. sebab apabila mengikuti matahari misalkan puasa terus di bulan desember maka akan terjadi ketidak adilan muslim yang berada di belahan bumi utara akan terus puasa dimusim dingin yang pendek dan sejuk sedangkan muslim yang berada dibelahan bumi selatan akan puasa pada musim panas yang gerah dan panjang ( Majid, 2004: 115).

hikmah Tahun hijryah Nabi yang terpenting bahwa Hijrah adalah 'turning point" perjuangan rosulullah. bila di Mekkah Nabi berhasil menanamkan aqidah dan akhlak para sahabat maka hijrah di Madinah langkah perjuangannya meningkat yaitu membentuk masayrakat yang beradab. bisa dilihat dari pergantian nama tempat yaitu dari Yastrib kepada Madinah yang mempunyai arti kota dengan pengertian tempat paradaban.  jadi salah satu makna hijrah ialah peningkatan kualitatif perjuangan bersama menciptakan masyarakat yang sebaik-baiknya. ( Majid, 2004: 113).

untuk mencapai masyarakat yang beradab atau masyarakat madani maka ada tiga unsur dalam membentuk masyarakat madani yaitu pertama, adanya hukum yang manusiawi artinya hukum yang sesuai dengan hakikat manusia yaitu keadilan. pembuat hukum haruslah yang mengerti benar tentang manusia maka instasi itu adalah Tuhan Yang Mahaesa. kedua, adanya masyarakat yang taat hukum. untuk mencapai masyarakat yang taat hukum maka harus melalui pendidikan. pendidikan yang menjadi inti adalah keimanan dengan keimanan maka orang akan merasa dilihat Tuhan, kalau sudah merasa dilihat Tuhan walaupun tidak ada penegak hukum tetap tidak mau melanggar. ketiga, adanya penegak hukum. yang dimaksud dengan penegak hukum ialah orang/lembaga yang mampu menghukum pelanggar hukum berdasarkan hukum. ( Tafsir, 2010: 97).

dengan demikian memperingati tahun baru Hijryah nabi adalah memperingati pergantian nama kota Yastrib menjadi Madinah. pergantian itu melambangkan peningkatan tata hidup yang beradab dan berbudaya. ( Majid, 2004: 113). selain itu dialog yang diutamakan bukan kekerasan main hakim sendiri . Wallahu 'alam.

Daftar Pustaka

Majid Nurcholish, 2004, Pintu-pintu Menuju Tuhan, Jakarta: Paramadina.
Suryanegara A. Mansur, 2009, Api Sejarah, Bandung: Salamadani.
Tafsir Ahmad, 2010, Filsafat Pendidikan Islami, Bandung: Rosda.
 
  



Rabu, 09 Oktober 2013

Qurban dan Korban

kita selalu mendengar kata korban seperti kita harus berkorban bagi bangsa tapi ada juga yang memakai kata korban seperti kalimat nenek menjadi korban dalam penjampretan di dalam bus, apalagi pada waktu  idul adha. kalau begitu apa arti kata korban itu?

kata korban bisa sema'na dengan victim dalam bahasa inggris yaitu korban. korban  menurut kamus besar bahasa indonesia ( 1999: 525)  mempunyai ma'na menjadi menderita. apabila kita telusuri kata korban diserap dari bahasa arab yaitu qurban. Qurban mempunyai ma'na dekat. maka secara peristilahan atau semantik kata-kata "korban", atau "Qurban" adalah tindakan seseorang yang menghasilakan kedekatan dengan ridla Tuhan, dan merupakan bagian dari ajaran agama agar kita selalu berusaha mendekati Allah  ( Taqarrub). ( Majid, 2004: 208).

sesungguhnya dalam berkorban itu yang penting ialah sikap batin kita. tindakan-tindakan memang penting , tapi hanya kalau memang merupakan ekspresi jujur niat kita. maka dalam idul adha kita memang dianjurkan melakukan korban, mencontoh Nabi Ibrahim, dengan menyedahkan hewan koraban kepada kaum miskin. tapi Allah mengingatkan kita bahwa yang betul-betul menjadi qurban ( mendekatkan kepada Allah ) bukanlah fisik hewan tetapi nilai takwa, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an surat al-Hajj ayat 37 : 
" tidak akan sampai kepada Allah daging (hewan) itu, dan tidak pula darahnya. tetapi yang akan sampai kepadaNya ialah takwa dari kamu".

Musthopa Bisri ( 2000: 48 ) membedakan antara  Taat, ibadah dan taqarrub.  Taat menurut beliau melakukan perintah atau kewajiban tanpa melirik motivasi yang mendorong pelaksanaanya. orang yang membayar pajak karena sadar akan kewwajiban warga negara atau karena terpaksa mungkin juga untuk melancarkan usahanya maka orang itu disebut orang yang taat. sedangkan ibadah yang mempunya arti pengabdian kepadah Allah berbeda dengan taat karena ibadah motivasi atau dalam bahasa agama niat menjadi sahnya ibadah tersebut apabila tidak ada niat bukan ibadah namanya ada hadits Nabi "innamal a'malu binniyat " amal akan sah apabila ada niyat.

adapun Taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah tidaklah semata-mata taat atau ibadah. taqarrub bukan hanya melaksankan perintah atau kewajiban. lebih dari itu , taqarrub adalah melaksanakan itu semua sebagai kebutuhan hamba yang mencintai dan ingin dekat pada Tuhannya.

oleh karena itu dalam idul adha kita berqurban hewan bukan hanya melakasanakan perintah dan sahnya ibadah itu tetapi ibadah qurban harus menjadi media untuk mendekatkan pada Allah SWT.
dengan demikian taqarrub harus dilakukan terus menerus setiap harinya bukan hanya saat puasa dan berkurban pada idul adha saja apalagi korban yang berma'na victim.  Wallahu 'alam.

Daftar Pustaka

Kamus Besar Bahasa Indonesia 1999, Jakarta :Balai Pustaka.

Majid Nurcholish     2004 Pintu-pintu Menuju Tuhan, Jakarta: Paramadina

Majid Nurcholish dkk. 2000 Puasa Titian Menuju Rayyan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

  

Rabu, 05 Juni 2013

UNSUR-UNSUR PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


PENDAHULUAN
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.

Salah satu perencanaan pengajaran yang dilakukan oleh guru adalah metode pengajaran. Metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar-mengajar. Kekmampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik, akan ditentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu metode yang sesuai dengan tujuan. Itu berarti tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan penggunaan metode yang tepat, sesuai dengan standar keberhasilan yang terpatri di dalam suatu tujuan.

Metode yang dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar bermacam-macam. Penggunaanya tergantung dari rumusan tujuan. Dalam mengajar, guru tidak akan tergantung kepada satu metode, tetapi kombinasi dati dua atau tiga metode. Penggambungan bebrapa metode bertujuan untuk menggairahkan atau menimbulkan motivasi belajar siswa, karena bukan guru yang memaksakan anak didik untuk mencapai tujuan, tetapi anak didiklah dengan sadar untuk mencapai tujuan.
Buku asalib wa thuruq tadris mawada tarbyatul islamiyah merupakan saalah satu referensi yang baik bagi guru PAI sebagai pedoman mengajar anak didiknya, di dalam buku tersebut bukan hanya teknik mengajar tetapi ada cara memotovasi siswa agar lebih baik dalam belajar.     
PEMBAHASAN
Unsur-Unsur Pengajaran dalam PAI
Dalam proses belajar mengajar PAI, guru PAI harus memenuhi unsur-unsur yang merupakan tahapan dalam penyampaian materi pembelajaran. Unsur-unsur yang harus dilaksanakan dalam penyampaian materi PAI yaitu:
1.      Pendahuluan (at-tamhiid).
2.      Pemaparan atau Penyampaian materi (al-‘ardh)
3.      Tanya jawab (al-munaaqasah)
4.      Kesimpulan (al-istintaaj)
5.      Bentuk aplikasi atau pelaksanaan (at-tathbiiq)
A.    At-Tamhiid (Pendahuluan)
Pendahuluan merupakan salah satu unsure yang penting dalam pembelajaran terutama dalam mata Pelajaran agama Islam yang bermanfaat untuk menarik perhatian siswa dan mempersiapkan siswa dalam menerima materi yang baru,selain itu untuk menghubungkan materi yang akan dipelajari dan materi yang telah dipelajari.. Pendahululan juga diperlukan oleh guru untuk mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang sudah ataupun yang akan dibahas.
     Pendahuluan dalam pembelajaraan PAI sangat dibutuhkan untuk hal-hal berikut.
1.      Mempersiapkan pemikiran murid untuk berkonsentrasi dalam belajar;
2.      Merangsang rasa ingin tahu murid;
3.      Memperjelas hubungan materi pembelajaran satu dengan materi pembeljaran lainnya;
4.      Menmibuhkan keyakinan murid akan pentingnya materi yang akan dibahas.

Macam –macam teknik pendahuluan sebagai berikut:
1.      Pendahuluan dengan media pengajaran;
2.      Pendahululan dengan menggunakan cerita atau kisah;
3.      Pendahuluan dengan menceritakan kejadian sehari-hari;
4.      Pendahuluan dengan merujuk kepada pokok-pokok materi pembelajaran sebelumnya;
5.      Pendahuluan dengan pertanyaan tentang materi pembelajaran sebelumnya.
1.        Pendahuluan dengan media
Media pembelajaran merupakan teknik yang paling berpengaruh kepada murid untuk menarik perhatiannya apabila guru bisa menggunakan media tersebut sebaik-baiknya. Guru dengan meggunakan media sebagi pendahuluan maka murid akan memperhatikannya danm berpikir sehingga murid dapat berkonsentrasi dalam pembelajaran.. Misalnya, murid akan lebih mudah memahami bentuk kezaliman jika ada media pembelajaran berupa gambar seseorang yang kencing di taman. Contoh lainnya ketika guru PAI ingin menerangkan tentang kemahakuasaan Allah dengan menggunakan media visual atau audio visual berupa kejadian gunung meletus, tsunami, ataupun banjir. Dengan perantaraan media pembelajaran tersebut, siswa akan lebih memahami tujuan materi yang diajarkan.
2.       Pendahuluan dengan kisah
Salah satu yang dapat menarik perhatian murid adalah kisah atau cerita, karena siswa terutama siswa SD atau SLTP akan suka kepada kisah-kisah daripada nasihat-nasihat oleh karena itu akan lebih berkesan materi yang baru akan lebig berkesan kepada siswa dan siswa akan siap dan berkonsentrasi dalam materi tersebut. Adapun cerita atau kisah yang dapat digunakan bisa berupa cerita fiksi ataupun nonfiksi. Namun demikian kisah nyata sangat diutamakan digunakan pendahuluan. Pendahuluan dengan menggunakan kisah nyata akan lebih menguatkan konsentrasi siswa dalam memahami materi pembelajaran. Selain itu, kisah nyata yang digunakan akan memiliki dampak atau kesan lebih mendalam dibandingkan dengan cerita fiktif.
3.       Pendahuluan dengan Melihat Kejadian Sehari-haPendahuluan dalam pengajaran PAI dapat dihubungkan dengan kejadian di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penting karena PAI membahas tentang kehidupan pribadi atau akhlak kepada pribadi, akhlak pada orang tua dan akhlak kepda sesame maka dihubungkan materi kepada kejadian sehari-hari akan dapat menarik perhatian siswa dan berkonsentrasi dalam menerima materi baru . contoh terjadinya banjir di mana-mana dapat dihubungkan dengan perlunya meningkatkan budaya bersih di antaranya tidak membuang sampah sembarangan. Contoh lain yang cukup actual yaitu tawuran antar siswa sekolah yang merugikan siswa tersebut dan orang tua juga sekolah. Dengan menceritakan fenomena di masyarakat tersebut dapat meningkatkan kesadaran dan meningkatnya konsentrasi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.
4.    Pendahuluan dengan Pertanyaan
Pendahuluan dengan pertanyaan merupakan teknik agar siswa dapat mengingat materi yang terdahulu sehingga materi yang baru ada korelasinya. Guru dapat juga memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas. Seperti “kebersihan” dapat diajukan pertanyaan berikut:
a.       Apa yang dilakukan apabila kamu lapar?
b.      Kemana diberikan apabila ada makanan yang berlebih?
c.       Apa yang dilakukan setelah membuang hajat?
d.      Bagaaimana cara memberesihkan kotoran?
Atau dalam membahas penyakit flu maka guru bisa bertanya sebagai berikut:
a.       Sakit apa kebanyakn pada  musim hujan?
b.      Kepada siapa apabila orang yang sakit influenza harus datang?
c.       Apa yang keluar dari hidung bila influenza?
d.      Bagaimana keadaan suara apbila sakit influenza?
5.         Pendahuluan dengan bertanya materi yang sudah dibahas
Agar perhatian siswa baik dan adanya konsentrasi jiuga mempersiapkan siswa dalam menerima materi yang baru maka guru harus mengingatkan siswa pada mata pelajaran yang sudah dibahas dengan cara melakukan pertanyaan. Karena Biasanya antara satu materi pembelajaran dengan yang lainnya ada keterkaitan atau hubungan.
B.   Pemaparan/Penyajian Materi”
               Pemaparan atau penyajian materi adalah bentuk penyajian dalam menyampaikan pokok bahasan dalam kegiatan belajar mengajar. Secara umum bentuk penyajian materi pembelajaran ada dua macam, yaitu menjelaskan atau teks dan menggunakan powerpoint.
1.      Metode Penyajian Teks
Berikut yang termasuk teknik dalam penyajian teks.
a.       Penulisan teks pada kertas karton;
b.      Menampilkan naskah pada plastic transparan dengan menggunakan proyektor;
c.       Menuliskan teks pada papan tulis;
d.      Menyajikan materi dengan infokus;
e.       Memfotokopi naskah sesuai jumlah murid dan membagikannya;
f.       Menuliskan pokok-pokok materi pada papan tulis;
g.      Membaca buku teks (buku referensi);
h.      Menyajikan materi melalui computer atau laptop.
Masing-masing teknik penyajian materi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Contohnya, membaca teks di papan tulis memerlukan persiapan dan penulisan teks terlebih dahulu. Contoh lainnya, saat mebaca buku teks, terkadang ada kosa kata yang tida dipaha-mi murid yang membacanya.
2.      Metode Penyajian dengan Powerpoint
Dalam penyajian materi melalui powerpoint, yang disampaikan hanyalah pointer-pointer yang merupakan pokok bahasan materi pembelajaran. Kelebihan menggunakan metode ini, materi dapat disampaikan secara sistematik. Adapun kelemahannya membutuhkan alat yang tidak murah dan membutuhkan waktu untuk menghidupkannya.
C.   Unsur Diskusi
Diskusi merupakan metode penyajian materi yang sangat dinamis dan melibatkan siswa secara aktif. Kelemahan metode ini, yaitu membutuhkan persiapan dan waktu yang cukup. Selain itu ada faktor yang mempengaruhi keberhasilan dengan metode diskusi, di antaranya yaitu:
1)      Luasnya pengetahuan guru;
2)      Penguasaan guru terhadap materi dan kemampuan berinteraksi dengan siswa;
3)      Kemampuan meguasai kelas dan mengendalikan siswa;
4)      Mendorong murid agar berpartisipasi aktif dalam diskusi.
D.   Unsur Kesimpulan
Adalah usaha untuk merumuskan pokok-pokok materi pembelajaran sesuai tujuan yang diharapkan. Secara umum kesimpulan berguna bagi guru yang menyampaikan materi pembelajaran dan murid yang belajar.

E.   Unsur  Aplikasi Materi Pembelajaran
Adalah usaha guru untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan realita kehidupan. Materi yang dibahas sebaiknya menjadi pemberi peringatan agar seseorang tidak melakukan kesalahan, Selain itu juga materi harus mampu mendorong seseorang untuk berbuat kebajikan baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Hal tersebut sesuai firman Allah dalam Surat al-‘Ashr [103] aya 3 berikut:
ž   
Artinya:
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

PENUTUP
Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interaksi unsure-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Guru dengan sadar berusaha mengatur lingkungan belajar agar bergairah bagi anak didik. Dengan seperangkat teori dan pengalaman yang dimiliki, guru gunakan untuk bagaimana mempersiapkan program pengajaran dengan baik dan sitematis.

Kedudukan metode mengajar adalah sebagai alat motivasi ekstrinsik bagi siswa sehingga siswa berkonsentrasi dalam belajar. Metode juga sebgai strategi mengajar bagi guru dalam meyampaikan materi dan juga metode sebagai alat untuk mencapai tujuan belajar yang telah dirumuskan.

Dengan tiga kedudukan metode dalam belajar maka jelaslah bahwa metode mutlak dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar agar mencapai tujuan belajar apalagi dalam belajat PAI bukan hanya nilai akademik yang harus diraih tetapi implementasi ilmu npengetahuanj dalam kehudupan sehari-hari

DAFTAR PUSTAKA


Dr. Abdurrohman bin mubaroak Al-Farj, Asaalib Thuruquttadris mawad tarbiyyah Alislamiyyah







Selasa, 28 Mei 2013

KARAKTERISTIK AKHLAK ISLAM



Sebelum menjelaskan tentang pengertian akhlak , alangkah baiknya Penulis mengulas sekilas istilah yang sering disamakan dengan akhlak yaitu budi pekerti, etika dan moral.
            Budi pekerti merupakan istilah netral yang mempunyai arti tuntutan sekaligus ukuran baik dan buruk perbuatan, baik menurut apa? belum bisa dijawab inilah yang disebut netral tadi.(Tafsir, 2012: 120). Etika yaitu ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang diketahui oleh akal pikiran. (Ya’qub, 1983: 13).  Sedangkan moral berasal dari kata bahasa latin “mores” kata jama’ dari “mos” yang berarti adat kebiasaan. Secara terminologi moral yaitu perbuatan baik dan buruk yang didasarkan pada kesepakatan masyarakat. ( Saebani,2010: 30).
            Dari ulasan singkat tentang budi pekerti, etika, moral jelas bahwa budi pekerti adalah kata netral yang menunjukan baik dan buruk, bila baik buruk itu berdasarkan akal maka budi pekerti etika dan bila baik buruk didasarkan dengan kesepakatan masyarakat maka budi pekerti moral. Lalu bagaimana dengan akhlak?, inilah yang akan dibahas oleh Penulis.
Kata “اَخْلاق  berasal dari bahasa arab jama’ dari kata “خُلُقٌ yang berarti budi pekerti, perangi, tingkah laku atau tabiat, tata karma, sopan santun, adab dan tindakan. ( Saebani, 2010: 13). Sedangkan pengertian secara termonologi, akhlak yaitu budi pekerti yang ditentukan oleh agama. ( Tafsir, 2012: 121). Imam ghozali ( Dzatnika, 1996: 27) berpendapat akhlak yaitu suatu sifat yang tetap pada jiwa yang padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak membutuhkan kepada pikiran. Sedangkakan Ahmad Amin ( Dzatnika, 1996: 27) mendefinisikan akhlak yaitu membiasakan kehendak. Dari pengertian Ahmad Amin dan Ghozali sesuatu menjadi akhlak apabila perbuatan-perbuatan baik atau  buruk dilakukan dengan diulang-ulang sehingga pada waktu mengerjakan perbuatan tersebut menjadi kebiasaan dan tidak menimbulkan pemikiran lagi.  
                       
Uraian dia atas menjelaskan bahwa akhlak merupakan budi pekerti yang berdasarkan agama Islam yakni al-Qur’an dan hadits berbeda dengan etika dan  moral bahkan dengan akhlak yang ada dalam agama samawi lainnya yaitu Yahudi dan Nasroni.
Menurut Ali Abdul Halim Mahmud ( 2004: 19) akhlak islam berbeda dengan akhlak agama samawi lainnya yaitu Yahudi dan Nasrani. Dalam yahudi akhlak lebih memperhatikan terhadap kehidupan dunia. Sebagian besar konsentrasi mereka (yahudi) dicurahkan kepada kehidupan dunia fana ini, sedangkan kehidupan yang kekal mereka hanya sedikit perhatian dan larangan-larang mereka hanya berlaku kepada kerabat, sebagaimana tercantum dalam perjanjian lama, kitab keluaran:19/5 yang berbunyi:
“ Hormatilah ayah dan ibumu agar kehidupan yang diberikan Tuhanmu di bumi ini berlangsung lama, jangan sampai membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan menjadi saksi palsu atas tuntutan yang yang ditujukan kepada kerabatmu, jangan pula kau menginginkan rumah, istri, hamba laki-laki, sapi, keledai, dan sedikitpun dari milik kerabatmu.”
 Menurut Mahmud ( 2004: 20) akhlak dalam agama Nasroni yang berasal dari Tuhan tetapi Agama Masehi ini lebih memperhatikan kehidupan akhirat, sehingga kehidupan dunia terabaikan sebagaimana tercantum dalam injil Matius: 4/3: “beruntunglah orang-orang yang penyayang kerena mereka menyayangi. Beruntunglah orang-orang yang hatinya suci kerena mereka menyaksikan Allah…...kalian bahwasannya ada yang berkata ‘ Mata dibalas dengan mata, gigi dibalas dengan gigi’ akan tetapi Aku berkata’ janganlah kalian balas kejahatan akan tetapi jika seseorang menampar pipi kananmu maka berikanlah pipi kirimu….”    Kalau begitu apa  karakteristik akhlak islam? Maka Penulis akan mengulas tentang karakteristik akhlak islam.
Akhlak Islam mempunyai karakter adalah al-qur’an dan hadits sebagai sumbernya, kedudukan akal, motivasi iman, mata rantai akhlak, tujuan luhur akhlak. ( Ya’qub, 1983: 50).
a.       Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber akhlak islam
Al-Qur’an dan hadits sebgai sumber hokum bagi umat islam baik dalam aqidah, ibadah dan juga dalam akhlak. Sehingga Al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman bagi umat islam, Allh berfirman dalam surat al-Maidah ayat 15-16:
 “ Hai ahli Kitab, Sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan”.
“Dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”.
Sedangkan hadits sebagai pedoman kedua untuk umat islam sebagaimana Allah berfirman dalam surat al-Hasr ayat 7 :
 “……Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya”.
Dan Allah berfirman dalam surat al-ahzab ayat 21 :
 “ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”.
            Jika telah jelas bahwa Al-Qur’an dan Sunah Rosul adalah pedoman hidup yang menjadi dasar bagi setiap muslim, maka teranglah keduannya merupakan sumber akhlak dalam Islam.
b.      Kedudukan Akal dan Naluri
Hamzah Ya’qub (1983: 51) berpendapat bahwa  etika yang menjadikan akal dan naluri sebagai dasar penentuan baik dan buruk, maka ajaran akhlak Islam berpendirian sebagai berikut:

1). Akal dan naluri sebagai anugrah dari Allah
2). Akal pikiran manusia terbatas sehingga tidak bisa memecahkan semua masalah sebagaiman Allah berfirman:
 “ dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".(Q.S. 17 al-Isra: 85).
3). Naluri manusia harus mendapatkan pengarahan dari petunjuk  Allah yang dijelaskan dalam al-qur’an. Jika tidak naluri akan salah dalam penyalurannya.
c.        Motivasi Iman
Dalam islam setiap perbuatan motivasi dalam perbuatan adalah aqidah, iman yang terpatri dalam hati. Iman itulah yang membuat seorang muslim ikhlas, mau bekerja (beramal). Keras bahkan rela berkorban. Iman itulah yang menjadi pendorong dalamk perbuatan. Nabi bersabda
“ sekali-kali tidaklah seorang mu’min akan merasa kenyang (puas) mengerjakan kebaikan, menjelang puncaknya memasuki surga” ( H.R. Tirmidzi).
d.      Mata Rantai Akhlak
Dengan motivasi iman, maka terdoronglah seorang mu’min mengerjakan kebaikan sebanyak-banyaknya menurut kemampuannya. Dalam memanivestasikan iman tersebut terdapat “mata rantai” yang berkaitan dalam realisasinya, yakni niat (keikhlasan) dalam hati, dan pembuktian dengan amal yang dilaksanakan oleh anggota tubuh ( Ya’qub, 1983: 53). Nabi bersabda:
  
   Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. ( Mutafaq ‘alaihi).
Dengan perkataan lain bahwa hanyalah perbuatan yang disertai niat, yang dapat dietrima dan dipertanggungjawabkan. Amal tanpa niat tidak mendapatkan penilaian dalam pandangan Islam ( Ya’qub, 1983: 53).

e.       Tujuan Luhur Akhlak
Dalam dua iftitah solat kita selalu mengucapkan sesungguhnya solat ku, dan hidupku, hidup, mati semua semata-mata dipersembahkan hanya kepada Allah. Tujuan yang akan dicapai oleh seorang mu’min beraakhlak adalah untuk mencapai ridha Allah. Sebagaimana Allah berfirman:
 Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam syurga-Ku.” (Q.S. 89: 27-30).

DAFTAR PUSTAKA
Mahmud A. Ali 2004     akhlak mulia, jakarta Gema insani
Saebani A. Beni 2010    Ilmu akhlak, Bandung Pustaka setia
Tafsir Ahamad    2010   Filsafat pendidikan islami, Bandung Rosda
Ya'qubHamzah    1983  Etika Islam, Bandung Diponegoro